<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>sumberkristen.com &#187; Kotbah dan Renungan</title>
	<atom:link href="http://sumberkristen.com/blog/category/kotbah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sumberkristen.com/blog</link>
	<description>Melayani Jemaat dan Hamba Tuhan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Mar 2010 08:35:13 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>convince yourself not God</title>
		<link>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/convince-yourself-not-god/</link>
		<comments>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/convince-yourself-not-god/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 08:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah dan Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberkristen.com/blog/2010/03/convince-yourself-not-god/</guid>
		<description><![CDATA[



With a crowd thronging Him, Jesus was touched by a lot of people that day (Mark 5:31), but only the touch of one woman drew a response from Him. And her touch sparked off instant healing in her body, releasing her from a sickness that had plagued her for 12 years.
Do you want to know [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><TABLE cellSpacing=0 cellPadding=1 width=550 border=0><br />
<TBODY><br />
<TR><br />
<TD vAlign=top width=550><SPAN><br />
<P align=justify>With a crowd thronging Him, Jesus was touched by a lot of people that day (Mark 5:31), but only the touch of one woman drew a response from Him. And her touch sparked off instant healing in her body, releasing her from a sickness that had plagued her for 12 years.</P><br />
<P align=justify>Do you want to know how to touch God and receive the miracle you need?</P><br />
<P align=justify>When the woman heard that Jesus was coming by her village, she said to herself, “If only I may touch His clothes, I shall be made well.” On her way to see Jesus, she probably told herself many times, “If I touch His clothes, I will be healed. I will be made whole.” We don’t know how long she had been saying that to herself, but she was convinced that Jesus would heal her.</P><br />
<P align=justify>If you are sick, convince yourself that Jesus is your healer and that by His stripes you are healed. You don’t need to convince God. He is not the one who needs to be persuaded because His blessing is already on you! It is <STRONG>you</STRONG> who needs to be persuaded that God has already given you your miracle. That is the reason you confess His Word — to convince yourself, not God, to persuade your heart, not His.</P></SPAN></TD></TR></TBODY></TABLE></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/convince-yourself-not-god/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bapa yang kekal</title>
		<link>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/bapa-yang-kekal/</link>
		<comments>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/bapa-yang-kekal/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 08:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah dan Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberkristen.com/blog/2010/03/bapa-yang-kekal/</guid>
		<description><![CDATA[Tuhan trima kasih atas kasihMu yang sempurna. bukan karna kebaikanku tapi hanya oleh anugrahMu kaubrikan bagiku. amin. kiranya lagu ini menjadi berkat bagi kita semua
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tuhan trima kasih atas kasihMu yang sempurna. bukan karna kebaikanku tapi hanya oleh anugrahMu kaubrikan bagiku. amin. kiranya lagu ini menjadi berkat bagi kita semua</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/bapa-yang-kekal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>apa saja yg diperbuatnya berhasil</title>
		<link>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/apa-saja-yg-diperbuatnya-berhasil/</link>
		<comments>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/apa-saja-yg-diperbuatnya-berhasil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 08:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah dan Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberkristen.com/blog/2010/03/apa-saja-yg-diperbuatnya-berhasil/</guid>
		<description><![CDATA[Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam.Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil. (mazmur 1:1-3)<BR><BR>siapa yang tidak mau berhasil ? saya rasa tidak ada. saya percaya setiap kita ingin berhasil. ternyata melalui ayat di atas dikatakan kunci keberhasilan adalah disaat kita intim merenungkan taurat Tuhan dan melakukannya. dalam arti lain bila kita intim bersama Tuhan. Tuhan akan memberikan apa yang kita inginkan. <BR><BR>ayat diatas juga mengingatkan bahwa kita tidak berjalan menurut nasihat orang fasik. nah sekarang pertanyaannya siapakah orang fasik ? well orang fasik adalah orang yang tidak percaya adanya Tuhan. Tidak percaya bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Allah, ang selalu mencemooh. bila saudara kenal orang yg suka mencemooh adalah lebih baik menjaga jarak dan berdoa bagi orang itu.<BR><BR>kesimpulannya adalah pastikan saudara semua&nbsp;intim dalam&nbsp;Tuhan. dengan saudara mengunjungi site renungan rohani saya bisa pastikan bahwa saudara memiliki hati yang intim bersama Tuhan. seperti ayat ini katakan apa saja yang saudara&nbsp;perbuat akan berhasil. miliki pikiran positif.&nbsp;<BR><BR>Doa: trima kasih Tuhan untuk&nbsp;renungan&nbsp;ini&nbsp;ajar akui terus utk merenungkan&nbsp;taurat Mu siang dan malam. buat&nbsp;aku&nbsp; berhasil dalam segala yang aku perbuat Tuhan. dalam nama Yesus aku berdoa. amin&nbsp;&nbsp;<BR><BR><BR></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/apa-saja-yg-diperbuatnya-berhasil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>yang terkecil yang luar biasa</title>
		<link>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/yang-terkecil-yang-luar-biasa/</link>
		<comments>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/yang-terkecil-yang-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 08:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah dan Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberkristen.com/blog/2010/03/yang-terkecil-yang-luar-biasa/</guid>
		<description><![CDATA[Ia berkata kepada mereka: &#8220;Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, &#8211;maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu (matius 17:20)Roma 1:17, orang benar akan hidup oleh iman &#8221; . [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ia berkata kepada mereka: <SPAN>&#8220;Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, &#8211;maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu (matius 17:20)</SPAN><BR>Roma 1:17, orang benar akan hidup oleh iman &#8221; . jadi iman itu sama seperti nyawa kita. Imanlah yang membuat kita hidup. imanlah yang membuat kita sanggup melewati jalan buntu dan menembus tembok yang terjal.bukan karena sesuatu yang lain.<BR><BR>Ada kalanya perjalanan hidup kita berhadapan dengan lembah yang dalam, gunung yang tinggi, dan sungai yang banjir . tetapi kabar baiknya adalah: kita berjalan bersama dengan Yesus yang sudah melewati lembah bayang bayang maut. Yesus yang sudah melewati puncak gunung golgota. Yesus yang sudah menuntun Yosua menyeberangi sungai Yordan yang sedang banjir hebat !<BR><BR>Iman membuat kita tidak perlu takut atau mundur menghadapi tantangan hidup ini. Iman itu seperti sebutir dinamit yang dapat meluluh lantakkan bukit batu granit yang membutuhkan 100 thaun bila dipecahkan dengan martir. apa bila saudara beriman maka tidak ada sesuatu yang mustahil bagi saudara!<BR><BR>Doa: Tuhanku Yesus yang luar biasa, aku percaya kepada Mu, kuasaMu, dan mujizatMu yang tidak ada duanya. Aku mau mempraktekkan kuasaMu yang dasyat itu dalam kehidupanku sehari hari. dalam nama yesus ku memohon. amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/yang-terkecil-yang-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>jaminanNya tidak diragukan</title>
		<link>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/jaminannya-tidak-diragukan/</link>
		<comments>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/jaminannya-tidak-diragukan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 08:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah dan Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberkristen.com/blog/2010/03/jaminannya-tidak-diragukan/</guid>
		<description><![CDATA[Adapun Allah, JalanNya sempurna,janji Tuhan adalah murni;Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung padaNya (mazmur 18:31)As for God, his way is perfect; the word of the Lord is tried; He is a buckler to all those that trust in Him. inilah obat stress, frustrasi, rasa terteka, kebimbangan dalam perjalan saudara mengikut Tuhan. Apakah saudara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Adapun Allah, JalanNya sempurna,janji Tuhan adalah murni;Dia menjadi perisai bagi semua orang yang berlindung padaNya (mazmur 18:31)<BR><BR>As for God, his way is perfect; the word of the Lord is tried; He is a buckler to all those that trust in Him. inilah obat stress, frustrasi, rasa terteka, kebimbangan dalam perjalan saudara mengikut Tuhan. <BR><BR>Apakah saudara percaya bahwa Tuhan seringkali keliru? jika saudara menjawab TIDAK, maka jangan pernah mau ditipu oleh iblis dengan perasaan perasaan yang negative di atas.<BR><BR>Apabila saudara percaya bahwa jalan Tuhan itu sermpurna dan firman Tuhan itu sudah terbukti (bukan sekedar janji), maka saudara bisa benar2x bangun pagi dengan terseyum(sekalipun ada badai dasyat). saudara bisa memandang ke masa depan dengan wajah berseri dan mata bersinar sekalipun di depan sana gelap gulita, saudara bisa melangkah maju dengan ringan dan mantap sekalipun bumi di bawah telapak kaki saudara bergoncang hebat .<BR><BR>Allah Bapa kita yang Mahakuasa, Allah Bapa kita yang Mahatinggi, tidak pernah keliru. Ia tidak pernah salah. Ia adalah Tuhan yang serpurna. jangan memberikan tempat kepada pikiran negative, sikap pesimis, dan perasaan patah semangat menghadapi kenyataan hidup ini. <BR>Pandanglah kepada Dia, Tuhan yang sempurna.walahpun jalanmu sangat sukar, tetapi ada Tuhan yang serpurna bersama dengan engkau.<BR><BR>Doa: Tuhan , Allah Bapaku yang Mahasempurna, Engkau adalah Allah yang dasyat, jauh melebihi segala hambatan yang kualami pada jalan hidupku ini. aku percaya kepada janjiMu yang sudah terbukti. amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/jaminannya-tidak-diragukan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>tugas seorang hamba</title>
		<link>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/tugas-seorang-hamba/</link>
		<comments>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/tugas-seorang-hamba/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 08:34:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah dan Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberkristen.com/blog/2010/03/tugas-seorang-hamba/</guid>
		<description><![CDATA[sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran (2 timotius 2:24-25)tak di sangka sudah hari sabtu aja. oh yach [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img height="240" src="http://i359.photobucket.com/albums/oo39/lilykinsss/Blessings/Bless2520Friends.jpg" width="204" /><BR><BR>sedangkan seorang hamba Tuhan tidak boleh bertengkar, tetapi harus ramah terhadap semua orang. Ia harus cakap mengajar, sabar dan dengan lemah lembut dapat menuntun orang yang suka melawan, sebab mungkin Tuhan memberikan kesempatan kepada mereka untuk bertobat dan memimpin mereka sehingga mereka mengenal kebenaran (2 timotius 2:24-25)<BR><BR>tak di sangka sudah hari sabtu aja. oh yach tadi waktu baca baca alkitab saya kebawa ingin share mengenai ayat ini. <BR>ok, teman kita semua adalah hamba Tuhan. seorang hamba Tuhan bukan hanya orang yg melayani digereja (pendeta, usher, guru sekolah minggu, dll). seorang hamba Tuhan adalah seorang yang telah mengaku bahwa Yesus adalah Tuhan dan juruslamat mereka pribadi. <BR><BR>hari ini Tuhan ingatkan bahwa kita sebagai hamba Tuhan tidak boleh bertengkar. dan juga kita harus memiliki hati yang sabar dan ramah terhadap semua orang. memanglah benar kalau kita berbuat baik kepada orang yang baik kepada kita sangatlah mudah. tetapi yang diminta disini adalah disaat orang lain berbuat yg tidak adil terhadap kita, kita HARUS tetap sabar. Karena dengan jelas dikatakan bahwa Tuhan ingin memakai kita sebagai hambaNya untuk menjadi terang. <BR><BR>Banyak orang diluar sana tidak mengenal Tuhan. apa lagi yang di amerika yang dikatakan negara yang bebas. yang sampe sampe banyak orang yang tidak memiliki agama dan tidak percaya akan adanya Tuhan. <BR><BR>Baiklah teman, saat ini saya ajak saudara semua untuk melihat bahwa Tuhan ingin memakai setiap kita sebagai alatnya untuk menjangkau jiwa jiwa yang terhilang. <BR><BR>Doa: Tuhan, trima kasih utk keslamatakan yang kau brikan padaku. pakai hidupku Tuhan utk menjadi hamba mu yang berkenan bagi Engkau. amin</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/tugas-seorang-hamba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Penyemangat</title>
		<link>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/menjadi-penyemangat/</link>
		<comments>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/menjadi-penyemangat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 08:34:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah dan Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberkristen.com/blog/2010/03/menjadi-penyemangat/</guid>
		<description><![CDATA[Ayat bacaan: Roma 1:11-12========================&#8220;Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.&#8221;
Bertahun-tahun mengajar membuat saya menyadari bahwa permasalahan masing-masing orang itu berbeda. Beda siswa, beda masalahnya. Dan sebagai pengajar saya harus [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Ayat bacaan:</b> Roma 1:11-12<br />========================<br /><i>&#8220;Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.&#8221;</i></p>
<p><img alt="penyemangat" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/penyemangat.jpg" align="left" />Bertahun-tahun mengajar membuat saya menyadari bahwa permasalahan masing-masing orang itu berbeda. Beda siswa, beda masalahnya. Dan sebagai pengajar saya harus mampu memahami kelemahan-kelemahan mereka dan mencoba membantu mengatasinya. Seringkali masalah itu bukan dari sisi pelajaran melainkan dari luar. Mungkin masalah keluarga, pertemanan, kebiasaan, ketidakpercayaan diri dan sebagainya. Itu diluar tanggungjawab saya sesuai kurikulum, tapi jika itu tidak saya peduli, maka pelajaran pun tidak akan bisa mereka serap secara optimal. Dalam banyak kesempatan saya tidak bisa membantu banyak, namun menyediakan diri sebagai pendengar yang baik, menampung keluh kesah mereka dan memberi suntikan motivasi, <i>sometimes even just as a shoulder to cry on</i>, ternyata mampu memberikan sesuatu yang berharga bagi mereka. Saya senang melihat mereka maju, saya bahagia melihat mereka sukses. Mendengar berita baik dari mereka yang sudah bekerja, rasanya jerih payah ketika membimbing mereka pun terbayar lunas. Dan rasa itu jauh lebih dari gaji sebagai pengajar yang saya terima, tidak bisa dinilai dengan harga apapun.</p>
<p>Pada suatu ketika kita harus kembali kepada hakekat seorang manusia yang tidak mampu bertahan hidup sendirian. Tuhan pun tahu itu semenjak awal. <i>&#8220;TUHAN Allah berfirman: &#8220;Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya, yang sepadan dengan dia.&#8221;</i> (Kejadian 2:18). Ketika Yesus hadir di dunia, Dia pun mengetahui hal yang sama. Lihatlah apa yang diputuskan Yesus ketika Dia mengutus kedua belas murid untuk melakukan pekerjaan mereka.<i> &#8220;Ia memanggil kedua belas murid itu dan mengutus mereka berdua-dua..&#8221;</i> (Markus 6:7). Tidak hanya itu, Dia pun memberikan <b>Penolong, Roh Kudus</b> untuk menyertai, membimbing, mengingatkan dan membantu kita dalam setiap langkah yang kita jalani. <i>&#8220;Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya&#8221;</i> (Yohanes 14:16). Ketika kita sadar bahwa kita tidak akan pernah sanggup hidup sendirian, sudahkah kita tergerak untuk menjadi penghibur atau penyemangat orang lain, atau kita masih terlalu sibuk mementingkan diri sendiri tanpa menghiraukan orang lain? Maukah kita meluangkan waktu sejenak untuk membantu mereka? Tidak tahu harus bilang apa, tidak mampu memberikan apa-apa, itu tidak menjadi soal, karena seringkali sekedar menjadi pendengar yang baik pun sudah berarti besar buat mereka.</p>
<p>Lihatlah apa kata Paulus kepada jemaat Roma. <i>&#8220;Sebab aku ingin melihat kamu untuk memberikan karunia rohani kepadamu guna menguatkan kamu, yaitu, supaya aku ada di antara kamu dan turut terhibur oleh iman kita bersama, baik oleh imanmu maupun oleh imanku.&#8221;</i> (Roma 1:11-12). Di ayat sebelumnya kita melihat bahwa Paulus terus berdoa agar ia diijinkan untuk bisa mengunjungi mereka. Kita tahu betapa berharganya hal itu bagi mereka. Sama seperti kita, jemaat di Roma pun tentu sangat senang ketika melihat bahwa ternyata ada orang yang peduli dengan mereka. Paulus bukanlah orang yang duduk-duduk santai tanpa kerjaan. Kita tahu bahwa ia sangat sibuk dalam melakukan pelayanannya dari kota ke kota, lengkap dengan segala penderitaan dan tekanan bahkan ancaman yang terus ia hadapi. Namun Paulus tahu bahwa manusia butuh satu sama lain. Di saat yang satu lemah, yang lain menguatkan. Itu terus ia lakukan secara konsisten. Dalam kesempatan lain ketika Paulus dan Barnabas melayani bersama-sama, mereka pun terus memberi dorongan semangat kepada orang-orang yang baru percaya. <i>&#8220;Paulus dan Barnabas memberitakan Injil di kota itu dan memperoleh banyak murid. Lalu kembalilah mereka ke Listra, Ikonium dan Antiokhia. Di tempat itu mereka menguatkan hati murid-murid itu dan menasihati mereka supaya mereka bertekun di dalam iman, dan mengatakan, bahwa untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah kita harus mengalami banyak sengsara.&#8221;</i> (Kisah Para Rasul 14:21-22). Tidakkah banyak orang di sekeliling kita yang masih terlalu lemah untuk berdiri sendiri? Atau, tidakkah kita pun mengalami masa-masa ketika kita tidak sanggup lagi untuk melangkah ke depan? Jika kita butuh dorongan semangat, mereka pun butuh. Kita butuh penyemangat,<i> we need someone as our encourager</i>, tapi sebaliknya kita juga harus siap menjadi seorang penyemangat, <i>being the encourager itself.</i></p>
<p>Karena itulah semangat kerjasama, saling dorong dan saling bantu berulang kali diingatkan dalam alkitab. <i>&#8220;Karena itu nasihatilah seorang akan yang lain dan saling membangunlah kamu seperti yang memang kamu lakukan.&#8221;</i> (1 Tesalonika 5:11), atau lihatlah ayat ini <i>&#8220;Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!&#8221; </i>(Pengkotbah 4:9-10). Bahkan dengan tegas dikatakan bahwa <b>dengan saling tolong menolong, itu artinya kita sudah memenuhi hukum Kristus.</b> (Galatia 6:2).</p>
<p>Mari kita tanya diri kita hari ini, sudahkah kita cukup peduli terhadap kesulitan saudara-saudara kita, atau kita masih egois hanya memusatkan segalanya kepada kepentingan diri sendiri? Apakah kita sudah dipenuhi kerinduan untuk berbagi dan menjadi berkat, atau kita masih sibuk menimbun segalanya untuk diri sendiri saja? Apakah kita mau aktif dalam persekutuan-persekutuan dimana kita bisa saling menguatkan dan dikuatkan atau kita merasa terlalu sibuk untuk itu? Firman Tuhan berkata <i>&#8220;Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik.Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.&#8221;</i> (Ibrani 10:24-25). Jika anda berada dalam kondisi lemah hari ini, dan mendapatkan dorongan semangat dari orang lain, bersyukurlah pada Tuhan untuk itu. Di sisi lain, jika Roh Kudus menggerakkan anda untuk menjadi penyemangat atau penolong bagi orang lain, jangan tunda, jangan tolak, tapi segeralah lakukan. Tidak ada seorangpun manusia yang sanggup bertahan hidup sendirian, karena itu betapa indahnya ketika kita memiliki seseorang yang peduli dalam kesulitan-kesulitan yang tengah kita hadapi. <i>Let&#8217;s start encouraging somebody today.</i></p>
<p><b>Saling membantu satu sama lain, itu artinya memenuhi hukum Kristus</p>
<p></b><b>Follow RHO Twitter: <a href="https://twitter.com/DailyRHO">https://twitter.com/DailyRHO</a></b>
<div><img width="1" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8864475912893424950-6937700832707971516?l=renungan-harian-online.blogspot.com" alt="" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/menjadi-penyemangat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menindas Yang Lemah</title>
		<link>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/menindas-yang-lemah/</link>
		<comments>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/menindas-yang-lemah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 08:34:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah dan Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberkristen.com/blog/2010/03/menindas-yang-lemah/</guid>
		<description><![CDATA[Ayat bacaan: Imamat 25:14=========================&#8220;Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.&#8221;
Si kaya menindas si miskin, itu sudah menjadi cerita lama yang masih saja berlaku hingga hari ini. Bahkan mungkin jika boleh saya katakan semakin menjadi-jadi sejalan dengan perjalanan hidup manusia. Siapa yang berkuasa akan menindas yang lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Ayat bacaan:</b> Imamat 25:14<br />=========================<br /><i>&#8220;Janganlah kamu merugikan satu sama lain, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.&#8221;</i></p>
<p><img alt="menindas, merugikan" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/menindas.jpg" align="left" />Si kaya menindas si miskin, itu sudah menjadi cerita lama yang masih saja berlaku hingga hari ini. Bahkan mungkin jika boleh saya katakan semakin menjadi-jadi sejalan dengan perjalanan hidup manusia. Siapa yang berkuasa akan menindas yang lebih lemah sepertinya sudah menjadi hukum alam. Yang kaya menekan sesamanya yang lebih lemah dalam perdagangan, para majikan mempekerjakan pembantunya melebihi batasan normal tapi dengan upah yang ditekan serendah mungkin. Mereka terus dimanipulasi, dimanfaatkan dan diperalat karena tahu mereka butuh uang untuk tetap hidup. Tidak perlu memperhatikan kesejahteraan dan nasib mereka, diberi uang saja sudah bagus. Perilaku seperti ini terlihat wajar di dunia. Perhatikan kita bisa memberi tips besar ketika sedang senang-senang di restaurant, cafe dan sebagainya, tapi kesal ketika memberi sedikit sedekah atau sumbangan kepada pengemis, anak jalanan atau pengamen. Kepada tukang parkir kita bisa ribut karena perbedaan beberapa ratus rupiah, kepada tukang sayur kita tega menawar hingga puluhan rupiah sekalipun. Padahal bagi kita yang mampu jumlah itu mungkin tidak ada apa-apanya, tapi bagi mereka itu sudah sangat besar artinya.</p>
<p>Tuhan kita adalah Allah yang penuh kasih. Dia sangat memperhatikan umatNya di muka bumi ini. Dia adalah Allah yang selalu memiliki belas kasihan. <i>He is full with compassion.</i> Sejak dahulu kala di jaman Musa, Tuhan sebenarnya sudah mengingatkan mengenai perintahNya agar kita semua bisa hidup rukun dan tidak merugikan satu sama lain. Tapi memang dasarnya sifat manusia sulit untuk diubah. Perilaku memperdaya yang lebih lemah terus saja berlanjut dari masa ke masa. Betapa sulitnya untuk taat kepada perintah Tuhan yang satu ini. Tidak membunuh orang, itu mungkin mudah. Tapi tidak memperdaya? Mungkin tidak secara sadar, tapi dosa ini begitu sering kita lakukan tanpa kita sadari. Anda pintar tapi tidak punya uang? Jangan harap bisa masuk ke perguruan tinggi yang baik. Anda berprestasi di kampus tapi tidak mampu memberi pelicin? Jangan harap menjadi pegawai negeri. Uang memegang peran paling penting di dunia ini. Orang terus berusaha mencari untung sebesar-besarnya dengan pengeluaran sekecil-kecilnya, tidak peduli apakah itu merugikan orang lain sekalipun.</p>
<p>Firman Tuhan turun melalui Musa di gunung Sinai yang melarang kita mencari untung dengan merugikan orang lain. <i>&#8220;Apabila kamu menjual sesuatu kepada sesamamu atau membeli dari padanya, <b>janganlah kamu merugikan</b> <b>satu sama lain</b>.&#8221;</i> (Imamat 25:14). Ini pesan penting yang seringkali kita abaikan dalam berbagai aspek kehidupan. Berbagai bentuk penipuan dihalalkan asal bisa menguntungkan diri sendiri. Menjual barang rusak dikatakan bagus, menipu pembeli dengan berbagai cara dihalalkan. Padahal itu jelas-jelas melanggar perintah Tuhan. Bentuk-bentuk yang merugikan itu sama sekali tidak sejalan dengan kasih yang menjadi inti dasar kekristenan. Firman Tuhan selanjutnya berkata <i>&#8220;<b>Janganlah kamu merugikan satu sama lain</b>, tetapi engkau harus takut akan Allahmu, sebab Akulah TUHAN, Allahmu.&#8221;</i> (ay 17). Orang yang takut akan Tuhan dengan sendirinya tidak akan tega merugikan orang lain. Tapi melihat kenyataan banyaknya orang yang terus dirugikan, ditindas, dijajah dan ditekan menunjukkan bahwa semakin lama semakin sedikit saja orang yang hidup dengan sebentuk rasa takut akan Tuhan.</p>
<p>Jangankan kepada yang lemah, kepada musuh sekalipun kita diingatkan untuk tidak boleh membenci, tapi harus membantu bahkan berdoa bagi mereka. <i>&#8220;Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; mintalah berkat bagi orang yang mengutuk kamu; berdoalah bagi orang yang mencaci kamu.&#8221;</i> (Lukas 6:27-28). Kita juga diminta untuk bisa bersikap seperti ini: <i>&#8220;Berilah kepada setiap orang yang meminta kepadamu; dan janganlah meminta kembali kepada orang yang mengambil kepunyaanmu.&#8221; </i>(ay 30). Karena apalah perbedaan kita dari orang dunia jika kita pamrih dalam membantu orang lain. <i>&#8220;Dan jikalau kamu meminjamkan sesuatu kepada orang, karena kamu berharap akan menerima sesuatu dari padanya, apakah jasamu? Orang-orang berdosapun meminjamkan kepada orang-orang berdosa, supaya mereka menerima kembali sama banyak.&#8221;</i> (ay 34). Karena itulah Tuhan Yesus secara khusus menekankan <i>&#8220;Tetapi kamu, kasihilah musuhmu dan berbuatlah baik kepada mereka dan pinjamkan dengan tidak mengharapkan balasan, maka upahmu akan besar dan kamu akan menjadi anak-anak Allah Yang Mahatinggi, sebab Ia baik terhadap orang-orang yang tidak tahu berterima kasih dan terhadap orang-orang jahat.&#8221;</i> (ay 35). Begitu murah hatinya Tuhan, yang juga mengasihi orang-orang yang tidak tahu berterimakasih dan jahat sekalipun. Bagi mereka kesempatan bertobat dan mendapat pengampunan serta keselamatan tetap disediakan Tuhan tanpa terkecuali. Karena itulah kita sebagai anak-anak Tuhan, sebagai umatNya di dunia ini diminta untuk <b><i>&#8220;murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati.&#8221;</i></b> (ay 36).</p>
<p>Kembali kepada firman Tuhan melalui Musa di gunung Sinai, Tuhan mengingatkan keharusan kita untuk taat kepada perintahNya agar kita bisa tetap berada dalam lindunganNya. <b><i>&#8220;Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram.&#8221;</i></b> (Imamat 25:18). Kasih tidak mengenal kecurangan dan hal-hal yang merugikan sesama kita, siapapun mereka itu. Yang lebih lemah justru seharusnya dikasihi dan dibantu, bukan malah semakin dirugikan. Jika apa yang kita lakukan sebaliknya, itu artinya kita tidaklah mengenal siapa Allah yang penuh belas kasih itu sebenarnya.<i> &#8220;Barangsiapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, <b>sebab Allah adalah kasih.</b>&#8220;</i> (1 Yohanes 4:8). </p>
<p>Orang percaya yang hidup dengan takut akan Tuhan tidak akan mau menekan yang lemah. Kita seharusnya punya perasan belas kasihan terhadap mereka, dan selalu rindu berupaya untuk membantu meringankan beban mereka. Tidak akan ada gunanya kekristenan yang kita miliki jika kita masih saja tega melakukan berbagai hal yang menguntungkan diri sendiri dengan mengorbankan mereka yang lebih lemah dari kita. Jika orang berdosa saja bisa mengasihi orang lain, mengapa kita yang mengaku percaya pada Kristus malah berlaku sebaliknya? Oleh karena itu ingatlah pesan Tuhan hari ini baik-baik. Tidak ada gunanya memperoleh keuntungan dengan merugikan orang lain, tapi sebaliknya, bantulah mereka dengan apa yang kita miliki.<b> Segala berkat itu berasal dari Tuhan dan bukan dari dunia.</b> Tuhan sanggup menurunkan berkatNya secara berkelimpahan kepada kita semua tanpa kita harus merugikan orang lain.</p>
<p><b>Sia-sialah iman kekristenan kita tanpa belas kasih</p>
<p></b><b>Follow RHO Twitter: <a href="https://twitter.com/DailyRHO">https://twitter.com/DailyRHO</a></b>
<div><img width="1" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8864475912893424950-6962868158565292077?l=renungan-harian-online.blogspot.com" alt="" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/menindas-yang-lemah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Dari Emas Murni</title>
		<link>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/lebih-dari-emas-murni/</link>
		<comments>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/lebih-dari-emas-murni/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 08:34:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah dan Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberkristen.com/blog/2010/03/lebih-dari-emas-murni/</guid>
		<description><![CDATA[Ayat bacaan: Mazmur 119:127=========================&#8220;Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.&#8221;
Setiap hari menulis renungan untuk hadir di ruang baca teman-teman selama tiga tahun sudah saya jalani. Ada kalanya saya mendapatkan banyak masalah untuk bisa memastikan renungan hadir tepat waktu setiap harinya. Koneksi internet tidak jalan, tumpukan pekerjaan yang menyita [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Ayat bacaan:</b> Mazmur 119:127<br />=========================<br /><i>&#8220;Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.&#8221;</i></p>
<p><img align="left" alt="lebih dari emas murni" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/lebih-dari-emas.jpg" />Setiap hari menulis renungan untuk hadir di ruang baca teman-teman selama tiga tahun sudah saya jalani. Ada kalanya saya mendapatkan banyak masalah untuk bisa memastikan renungan hadir tepat waktu setiap harinya. Koneksi internet tidak jalan, tumpukan pekerjaan yang menyita waktu, kondisi sedang tidak fit dan sebagainya. Tapi puji Tuhan, hingga hari ini semua masih bisa berjalan dengan lancar. Sewaktu pindah rumah beberapa bulan yang lalu pun ternyata Tuhan masih memampukan saya untuk terus menulis secara rutin meski ada begitu banyak kendala yang harus dihadapi. Tidak jarang saya harus duduk di warnet hingga larut malam untuk menulis dan mem-publish renungan setiap harinya. Saya tidak ingin renungan harian menjadi renungan dua harian atau malah mingguan atau bulanan, karena saya tahu firman Tuhan itu sangatlah berharga. Sehari tanpa firman Tuhan akan sangat terasa, dan itu semakin saya sadari semenjak saya mulai aktif menulis tiga tahun yang lalu. Jika bagi saya siraman firman Tuhan itu begitu vital, saya yakin kepada teman-teman sekalian pun demikian.</p>
<p>Apa yang saya alami selama 3 tahun ini sungguh luar biasa. Pertumbuhan iman dan pengenalan akan firman Tuhan, singkapan-singkapan rahasia di balik setiap firman, semua itu sungguh berguna dan berharga dalam menjalani hari demi hari. Transformasi diri, pikiran, kebiasaan dan sebagainya, itu semua saya alami. Saya menyaksikan begitu banyak mukjizat, sesuatu yang diluar nalar yang membuktikan besarnya kuasa Tuhan melebihi akal logika kita, dan satu hal lagi yang sangat berguna, saya melihat sendiri bagaimana <b>pentingnya memegang janji Tuhan, apalagi ketika kita berhadapan dengan hal-hal yang sulit.</b> Permasalahan, penderitaan, kesesakan atau problema-problema lainnya dalam kehidupan, semua itu akan jauh lebih ringan untuk dihadapi dengan pegangan firman Tuhan, dengan menggenggam erat janji-janjiNya ketimbang harus menghadapinya sendirian tanpa pegangan apapun.<b> Betapa berharganya, betapa bernilainya, betapa berkuasanya firman Tuhan.</b> Tidak heran jika Daud mengatakan <i>&#8220;Itulah sebabnya aku mencintai perintah-perintah-Mu lebih dari pada emas, bahkan dari pada emas tua.&#8221;</i> (Mazmur 119:127).<i> I love your commandments more than gold, even more than refined gold.</i>. itu kata Daud. <b>Jauh lebih berharga dari emas murni sekalipun.</b> Dalam waktu lain Daud juga mengatakan <i>&#8220;..hukum-hukum TUHAN itu benar, adil semuanya, lebih indah dari pada emas, bahkan dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu, bahkan dari pada madu tetesan dari sarang lebah.&#8221;</i> (19:10-11). Daud menggambarkannya dengan begitu puitis, secara singkat apa yang ingin disampaikan olehnya adalah bahwa firman Tuhan sangatlah berharga dan bernilai, jauh melebihi apapun. </p>
<p>Jika hari ini anda mudah mendapatkan akses untuk mendengarkan, membaca dan merenungkan firman Tuhan, bersyukurlah. Sebab ada banyak saudara-saudara kita di berbagai tempat yang mendapatkan kesulitan dan keterbatasan untuk itu. Ada yang tinggal di pedalaman, ada yang tinggal di negara-negara di mana sulit untuk mendapatkan gereja atau kendala-kendala lainnya yang terlalu banyak untuk disebutkan satu-persatu. Saya sangat bersyukur karena bisa berbuat sesuatu untuk teman-teman yang sulit mendapat akses seperti itu. Bagi saya firman itu sangat berguna, saya yakin demikian pula bagi anda semua. Kerinduan saya akan firman Tuhan itu mutlak, karena jika hari ini saya masih bisa berdiri tegak di tengah segala goncangan, itu karena saya memegang erat semua janji Tuhan dengan penuh keyakinan. Berkali-kali Tuhan telah menunjukkan kuasaNya yang ajaib, dan jika kemarin Dia bisa, besok pun pasti sanggup. <b>Sebab Tuhan itu tetap sama, dahulu, sekarang dan sampai selamanya.</b>(Ibrani 13:8). </p>
<p>Firman Tuhan dikatakan <i>&#8220;hidup dan kuat, hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.&#8221;</i> (Ibrani 4:12). Dahulu saya sempat bingung ketika mendengar ayat ini, tapi saat ini saya menyadari betul bagaimana besarnya kuasa firman Tuhan itu. Saya selalu rindu untuk membagi berkat kepada teman-teman sekalian setiap harinya, dan karena itu kendala apapun yang saya hadapi tidak lagi berarti dibanding berkat yang bisa sampai setiap hari ke hadapan anda semua. Saya rindu anda semua mengalami rasa haus yang sama akan firmanNya, saya rindu anda semua bisa mendapat berkat, saya rindu Tuhan bisa dimuliakan lewat tulisan-tulisan saya setiap hari. Saya rindu teman-teman yang berbeban bisa diringankan, yang sedang mengalami masalah bisa mendapatkan pemulihan. Selama Tuhan masih mempercayakan saya untuk menulis, saya akan terus menulis apapun hambatannya. </p>
<p><i>I love God&#8217;s commandments more than anything. It&#8217;s powerful, it&#8217;s miraculous, it&#8217;s amazing.</i> Saya butuh firman Tuhan setiap saat, setiap waktu untuk terus meneguhkan saya untuk melewati hari-hari yang melelahkan. Firman Tuhan selalu bagaikan setetes embun penyejuk yang menyegarkan jiwa. Saya percaya firman Tuhan yang disampaikan tidaklah akan pernah sia-sia.<i> &#8220;demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, &#8220;</i> (Yesaya 55:11). Semoga hal yang sama bisa berlaku pula buat teman-teman sekalian. Jika anda tidak mendapat kesulitan hari ini untuk bisa berdiam di dalam hadiratNya, mendengar suaraNya yang lembut dan terus dipenuhi dengan curahan kasihNya lewat firman-firmanNya, bersyukurlah untuk itu. Bagi teman-teman yang sulit mendapatkan akses, saya hanya ingin mengingatkan bahwa kasih Tuhan tetap hadir dalam diri anda semua. Tuhan mengasihi dan memberkati anda semua. </p>
<p><b>Kekayaan dunia sebesar apapun tidak akan bisa menandingi nilai sebuah firman Tuhan</b>
<div><img width="1" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8864475912893424950-1873777120828675962?l=renungan-harian-online.blogspot.com" alt="" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/lebih-dari-emas-murni/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih dari Pahlawan</title>
		<link>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/lebih-dari-pahlawan/</link>
		<comments>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/lebih-dari-pahlawan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 08:34:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kotbah dan Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sumberkristen.com/blog/2010/03/lebih-dari-pahlawan/</guid>
		<description><![CDATA[Ayat bacaan: Amsal 16:32========================&#8220;Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.&#8221;
Pahlawan dimanapun dikenal dengan kegigihan mereka memperjuangkan sesuatu hingga titik darah terakhir. Tidak jarang para pahlawan ini harus gugur di medan perang, mengorbankan segala yang mereka miliki dalam berjuang. Karena itulah nama pahlawan akan selalu harum dikenal sepanjang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><b>Ayat bacaan:</b> Amsal 16:32<br />========================<br /><i>&#8220;Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.&#8221;</i></p>
<p><img align="left" alt="lebih dari pahlawan, kesabaran, orang sabar" src="http://i276.photobucket.com/albums/kk28/renunganharianonline/lebih-dari-pahlawan.jpg" />Pahlawan dimanapun dikenal dengan kegigihan mereka memperjuangkan sesuatu hingga titik darah terakhir. Tidak jarang para pahlawan ini harus gugur di medan perang, mengorbankan segala yang mereka miliki dalam berjuang. Karena itulah nama pahlawan akan selalu harum dikenal sepanjang masa. Coba lihat buku pelajaran adik-adik atau anak-anak kita, ada banyak nama pahlawan di sana dengan rincian perjuangan mereka. Tidak mudah untuk bisa menjadi seorang pahlawan. Semua orang ingin menjadi pahlawan, namun tidak semua orang bisa mencapainya. Tapi jika alkitab mencatat bahwa ada orang yang bisa melebihi kehebatan seorang pahlawan, atau bahkan melebihi orang yang berhasil merebut sebuah kota sekalipun seperti yang kita baca pada ayat bacaan hari ini: <b><i>&#8220;Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota&#8221;</i></b> (Amsal 16:32), itu artinya ada sesuatu yang sangat penting yang harus kita miliki dalam diri kita. Tidak semua orang bisa menjadi pahlawan, tapi semua orang bisa lebih dari pahlawan. Itu kata alkitab. Hal itu tidak lain adalah <b>kesabaran.</b></p>
<p>Sadarkah anda bahwa kita hidup di jaman yang menuntut segala sesuatu serba cepat? Makanan <i>fast food </i>terus tumbuh subur. Koneksi internet harus berkecepatan tertinggi, mobil harus secanggih mungkin, bermesin besar dan bertenaga besar agar bisa mendorong kendaraan untuk melaju sekencang-kencangnya. Buruh dituntut bekerja secepat-cepatnya dengan upah yang serendah mungkin. Jasa kurir terus berlomba menyediakan layanan paling cepat, sehari sampai ke seluruh pelosok daerah, jika tidak maka mereka akan tertinggal dan dilupakan orang. Orang tidak lagi sabar menghadapi kemacetan dan antrian. Jika dulu dikatakan <i>time is money</i>, sekarang <i>time is a lot more than money.</i> Anda ingin sukses? Cepatlah bertindak. Demikian kata seorang motivator. Semua ini membuat kita terus berlomba untuk semakin cepat. Efek sampingnya, kita terbentuk menjadi orang-orang yang tidak sabaran dalam segala hal, termasuk dalam hal rohani.</p>
<p>Lihatlah ketika kita berdoa meminta sesuatu kepada Tuhan. Kita seringkali tidak sabaran dan terus mendesak Tuhan untuk memenuhi kehendak kita. Jika Yesus mengajarkan <i>&#8220;jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.&#8221;</i>, yang menekankan kepada kehendak Tuhan lebih dari kehendak manusia manapun di bumi ini, kita justru bertindak sebaliknya. Jika Tuhan tidak segera menjawab, kita pun bisa bersungut-sungut bahkan meninggalkan Tuhan dengan segera, lalu pergi menuju alternatif-alternatif sesat yang ditawarkan dunia. Begitu tidak sabarnya manusia, sehingga hidup pun tidak lagi bisa nyaman, karena kita terus saja dikejar-kejar waktu. </p>
<p>Firman Tuhan hari ini mengajarkan sesuatu yang sangat penting. Di mata Tuhan,<b> kesabaran itu memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan iman kita.</b> Begitu penting hingga dikatakan bahwa orang yang sabar itu akan melebihi seorang pahlawan sekalipun. Orang yang mampu menguasai dirinya akan lebih besar dari orang yang mampu merebut sebuah kota sekalipun. Hidup di dunia yang menuntut serba cepat membuat kita sering melupakan firman Tuhan yang menekankan kesabaran terhadap segala sesuatu. Sabar menderita, sabar menghadapi fitnahan, sabar menghadapi segala sesuatu termasuk menunggu datangnya pertolongan Tuhan. Itu semua akan membuat iman kita bisa terus bertumbuh. </p>
<p>Yakobus berbicara panjang lebar mengenai kesabaran ini. <i>&#8220;Karena itu, saudara-saudara, bersabarlah sampai kepada kedatangan Tuhan! Sesungguhnya petani menantikan hasil yang berharga dari tanahnya dan ia sabar sampai telah turun hujan musim gugur dan hujan musim semi.&#8221;</i> (Yakobus 5:7). Perhatikan, bukankah petani juga tidak langsung menuai hasil setelah lelah menanami lahannya? Jika petani saja harus menunggu hingga apa yang mereka tanam bisa menghasilkan sesuatu, maka kita pun hendaklah demikian. <i>&#8220;Kamu juga harus bersabar dan harus meneguhkan hatimu, karena kedatangan Tuhan sudah dekat!&#8221;</i> (ay 8). Apa yang harus kita lakukan bukanlah bersungut-sungut atau saling mempersalahkan. (ay 9). Dan Yakobus pun mengingatkan kita untuk meneladani <i>&#8220;penderitaan dan kesabaran para nabi yang telah berbicara demi nama Tuhan.&#8221;</i> (ay 10). Hidup mereka tidaklah mudah. Namun mereka semua menghadapi segalanya dengan kesabaran yang berakar pada keyakinan penuh akan Tuhan yang setia. Yakobus bahkan mengambil contoh Ayub, yang mendapat penderitaan begitu berat, namun pada akhirnya kita tahu apa yang terjadi. <i>&#8220;Sesungguhnya kami menyebut mereka berbahagia, yaitu mereka yang telah bertekun; kamu telah mendengar tentang ketekunan Ayub dan kamu telah tahu apa yang pada akhirnya disediakan Tuhan baginya, karena Tuhan maha penyayang dan penuh belas kasihan.&#8221;</i> (ay 11). </p>
<p>Sebutlah nama para orang pilihan Tuhan, maka kita akan bisa belajar dari kesabaran mereka. Abraham, Nuh, Musa, Yusuf, Daniel dan sebagainya hingga para rasul di Perjanjian Baru, mereka semua telah membuktikan bahwa iman yang teguh adalah iman yang selalu didasari dengan kesabaran. Memang sulit untuk bisa melatih diri agar mampu bersabar, namun sesulit apapun itu, kita bisa melakukannya. Tuhan tahu apa yang terbaik bagi kita, jauh lebih tahu dari apa yang kita anggap terbaik bagi diri kita sendiri. Karena itulah kita seharusnya menyerahkan segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan, biarlah kehendakNya yang terjadi dan bukan kehendak kita, dan untuk itu dibutuhkan kesabaran. <i>&#8220;Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar.&#8221;</i> (Yesaya 59:1) Apa yang harus kita lakukan adalah <b>melatih diri kita untuk bersabar dan terus berjalan dengan iman.</b> Pada saat yang tepat dan terbaik, tangan Tuhan akan terulur untuk melepaskan kita dari masalah apapun. <i>&#8220;Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir&#8221;</i> (Ibrani 6:19). Dengan demikian jalanilah hidup dengan pengharapan penuh. Meski jawaban tidak anda dapatkan hari ini, bersabarlah dan terus pegang janji Tuhan. Sebuah kesabaran akan membuat kita menjadi orang benar yang lebih berharga dari seorang pahlawan di mata Tuhan, karena dalam kesabaran terkandung keyakinan yang didasarkan pada iman. Jalankan apa yang bisa kita lakukan, lakukan sebaik-baiknya, dan lakukan dengan kesabaran. Pada saatnya nanti, kita akan bersukacita karena<b> kesabaran ternyata mampu membawa kita menuai segala janji Tuhan.</b></p>
<p><b>Orang sabar melebihi seorang pahlawan</b>
<div><img width="1" height="1" src="https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8864475912893424950-260783539383021296?l=renungan-harian-online.blogspot.com" alt="" /></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sumberkristen.com/blog/2010/03/lebih-dari-pahlawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

